Jaket Pelindung Diri, Trend Fashion Nyentrik yang Aman di Tengah Pandemi.


Lebih dari setengah tahun, kita terpaksa membatasi seluruh kegiatan yang biasa kita lakukan. Memang, pandemi Covid-19 ini belum berakhir, pemerintah tentu berusaha semaksimal mungkin agar penyebaran dari virus ini segera berakhir. Namun semua peraturan yang sudah dibentuk tidak akan berhasil jika tidak adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di negeri ini. Protokol kesehatan untuk Menjaga Jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan merupakan hal yang wajib kita patuhi sebagai bentuk ketaatan kita pada pemerintah. Hal yang harus kita percaya adalah pandemi ini bukanlah sebuah halangan untuk kita menjadi pribadi yang pasif dan tidak produktif, tapi saat ini adalah momentum kita untuk menjadi lebih kreatif dan lebih produktif meskipun kita tidak seleluasa dulu ketika beraktivitas.

Sebuah inovasi lahir di tengah pandemi covid-19 yang saat ini masih menyebar luas di berbagai belahan dunia. Jaket Pelindung Diri (JPD) yang saat ini menjadi trend fashion baru di seluruh dunia bahkan di Indonesia sekalipun. Dengan tujuan yang sama untuk melindungi diri kita dari penyebaran covid-19,Jaket ini memiliki spesifikasi yang sama dengan Coverall Alat Pelindung Diri (APD) dan terbuat dari bahan nylon polyester yang anti air ataupun droplet sehingga aman dan nyaman digunakan ketika berkegiatan di luar rumah.

Beberapa designer-designer tanah air saat ini turut mendukung penyediaan Jaket Pelindung Diri dengan berbagai bentuk, motif dan corak yang menarik bagi seluruh masyarakat di Indonesia, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan was-was lagi ketika beraktivitas di luar rumah. Selain untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19, JPD ini hadir sebagai sebuah tren yang baru pada saat pandemi seperti ini. Selain bentuk yang beragam, design corak dan motif print yang menarik ini lah yang menjadi daya pikat bagi masyarakat yang ingin memilikinya.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, semua orang berlomba-lomba untuk menghadirkan sesuatu yang lebih efektif dan efesien, seperti halnya dalam dunia sablon atau printing pada tekstil. Kita mengenal ada dua cara printing yaitu printing konvensional atau manual print dan cara yang kedua yaitu digital print.

Beberapa perbedaan dari manual print dan digital print ada sebagai berikut :

  1. Komplesksitas cara pengerjaan, untuk memproses digital print hanya mengoperasikan mesin print dan computer, sementara untuk manual print kita harus mempersiapkan bagian-bagian yang terpisah untuk memulai suatu proses print.

  2. Waktu pengerjaan yang relatif lebih cepat dibanding manual print.

  3. Kualitas warna dan gambar yang lebih baik namun hal ini dipengaruhi juga oleh kualitas tinta yang di pakai.

  4. Eksklusifitas design print, Maksud eksklusif di sini adalah berdasarkan pada banyaknya pembuatan produk atau garment itu sendiri. Sebab digital print ini dapat membuat product secara satuan, tanpa ada masalah seperti apa desain nya. Maka, kalian bisa memiliki sisi eksklusifitas product garment yang kamu miliki. Karena mungkin hanya kamu satu-satunya saja yang memiliki design print seperti ini.

Digital Print relatif lebih dapat menjawab kebutuhan saat ini di banding dengan manual print, namun bukan berarti digital print tidak memiliki kekurangan ya, salah satunya ialah digital print dikenal mudah luntur namun sekali lagi hal ini dipengaruhi oleh jenis dan kualitas tintanya juga, jika kalian ingin mencoba membuat product garment dengan digital print, langsung hubungi kita ya!

Referensi : https://industri.kontan.co.id/news/laba-cantik-dari-jaket-pelindung-diri-fashionable

T A M A

be a better partner

Featured Posts