What's Next Trend Forecasting 2021/2022


Trend Forecasting menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pelaku industri kreatif di dunia tak terkecuali di Indonesia. Pada awalnya para pelaku industri kreatif di Indonesia ini mengacu pada trend forecasting yang dikeluarkan oleh organisasi-organisasi dari luar negeri. Tak hanya itu, adanya biaya ekstra hingga ratusan juta rupiah untuk mengetahui trend tersebut menjadi salah satu masalah tersendiri bagi para pelaku kreatif dalam negeri untuk berinovasi dalam menciptakan sebuah karya. Hal inilah yang menginspirasi Ibu Dina Midiani dan team untuk menciptakan sebuah analisis trend forecasting yang berasal dari dalam negeri. Kegiatan trend forecasting ini sudah dimulai sejak 2008 dan terus berkembang hingga akhirnya Badan Ekonomi Kreatif ( BEKRAF ) yang sekarang berubah nama menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( KEMENPAREKRAF ) secara resmi membentuk sebuah team riset pada tahun 2016 yang terdiri dari para ahli, praktisi, dan akademisi berpengalaman di industri kreatif Indonesia salah satunya dibidang fashion dan tekstil.


Saat itu pemerintah mencanangkan Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia seperti halnya Paris, London ataupun Milan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu Indonesia harus memberikan inspirasi didalam dunia fashion. Inspirasi tersebut harus murni datang dari hali riset dan pemikiran tim dari Indonesia itu sendiri. Tidak mungkin inspirasi yang diberikan tersebut berasal dari hasil riset tim dari luar negeri, Maka dari itu dengan dibentuknya Indonesia Trend Forecasting ini, ada beberapa tujuan utama yaitu memberikan inpirasi, arahan dan mempermudah para pelaku industri kreatif untuk mengetahui dan memahami sebuah prediksi trend yang berkembang di masa yang akan datang, memajukan brand-brand local Indonesia agar dapat bersaing dan memajukan ekonomi dalam negeri.




Seperti halnya hasil perbincangan dalam acara Live Instagram Tama Talks episode ke 2 yang berjudul “What’s Next Trend Forecasting 2021/2022”. Ditengah kesibukannya mempersiapkan event Muslim Fashion Festival 2021, Ibu Dina Midiani selaku narasumber dari Indonesia Trend Forecasting dengan senang hati bercerita banyak hal seputar kegiatan trend forecasting di Indonesia. Trend Forecasting sendiri adalah sebuah metode untuk memprediksi trend atau memproyeksikan trend untuk beberapa waktu kedepan serta memunculkan desain baru yang laku dalam rangka memenuhi selera pasar. Dalam menyusun trend forecasting yang dikeluarkan tiap tahunnya, tim dari ITF sendiri mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti riset pasar, isu-isu politik, budaya, lifestyle serta pola pikir yang berkembang di masyarakat, pandemi yang terjadi saat ini juga berpengaruh besar terhadap suatu trend yang akan di keluarkan. Untuk trend 2021-2022 sendiri tidak akan jauh berbeda dengan trend pada tahun sebelumnya, masih didominasi warna-warna cerah sebagai gambaran dari semangat manusia dalam melawan pandemi covid 19. Selain itu mayoritas masyarakat akan menyukai model-model fashion yang simple karena kondisi saat ini yang serba terbatas.



Setelah melakukan riset dan mengumpulkan berbagai data, tim akan memetakan dan memprediksikan mengenai kecenderungan ataupun perilaku seperti apa yang akan berkembang di masa yang akan datang. ITF menerbitkan setidaknya ada 5 buku sebagai acuan untuk mempermudah para pelaku kreatif yaitu Impalse sebagai gambaran global trend yang ada, Konvensional atau ready to wear, Trend khusus muslim, Product dan Trend Interior.



Indonesia Trend Forecasting sendiri memiliki pengaruh yang cukup besar bagi para pelaku usaha di bidang fashion ataupun tekstil baik industri besar atupun para UMKM, trend forecast yang di keluarkan oleh ITF ini dijadikan acuan agar produk-produk yang di tawarkan sesuai dengan permintaan pasar. Selain digunakan sebagai acuan trend bagi para pelaku industri, ITF banyak dipakai oleh para akademisi seperti beberapa sekolah mode di Indonesia untuk dijadikan sebagai project tugas akhir dari para mahasiswanya.



Industri tekstil berperan penting dalam merealisasikan sebuah trend forecast yang sudah disusun dalam suatu periode tertentu, Industri ini memastikan ketersediaan kain di pasaran yang sesuai dengan suatu model trend yang sudah di keluarkan oleh ITF. Maka dari itu penting sekali adanya komunikasi dan kerja sama yang baik dari hulu hingga hilir, dari Tim riset ITF hingga para pelaku ekonomi agar tujuan untuk memajukan ekonomi Indonesia dapat tercapai, karena dalam era ekonomi kreatif ini, bidang fashion menjadi salah satu Kontributor terbesar dalam memajukan ekonomi Indonesia.

Trend sendiri bisa menjadi sindikat dalam artian menggiring mindset masyarakat Indonesia agar lebih sadar akan produk-produk lokal Indonesia, Ibu Dina menegaskan selama ini mayoritas masyarakat di Indonesia lebih memerhatikan model dan produk dari luar negeri, tetapi kenyataanya produk lokal pun tidak kalah bersaing dengan brand-brand luar negeri, seperti halnya sebuah kolaborari antara seorang fashion designer top dunia, Christian Dior dengan kain Endek Bali di Paris Fashion Week. Hal ini menandakan bahwa produk-produk lokal Indonesia sudah mulai dilirik untuk menjadi inspirasi fashion dunia seperti yang dicanangkan oleh pemerintah. Dengan adanya Indonesia Trend Forecasting ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi fashion global dan menaikan derajat produk-produk lokal dalam negeri agar dapat bersaing di kancah internasional.



Referensi Artikel :

https://www.google.com/search?q=indonesia+trend+forecasting+2021&oq=indo&aqs=chrome.2.69i57j69i59l3j0i433j69i60j69i61l2.7104j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8



T A M A

be a better partner

Featured Posts