How to Define Ready to Wear


Hampir 2 tahun sudah pandemi Covid-19 melanda sebagian besar belahan dunia saat ini, tak terkecuali Indonesia,berbagai upaya dan kebijakan diterapkan agar wabah ini tidak terlalu berdampak buruk pada berbagai sektor seperti ekonomi, sosial, pendidikan dan lain-lain. Meskipun kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, seluruh lapisan masyarakat Indonesia harus selalu berpikir positif dan tetap menjaga kesehatan agar tidak tertular virus berbahaya ini. Namun dibalik ini semua, pandemi bukanlah sebuah halangan untuk kita menutup diri dan menjadi seseorang yang pasif. Pandemi ini adalah sebuah momentum untuk kita berpikir secara kreatif mencari peluang agar kita dapat bertahan hidup di situasi yang sulit seperti ini. Ini lah yang menginspirasi PT. Multi Sandang Tamajaya untuk membuat sebuah kompetisi lomba rancang busana yang kami namakan Tama Fashion Design Competition 2021 dengan tujuan melahirkan insan-insan kreatif di bidang fashion design.


Dalam TFDC 2021 perdana ini, mengusung tema “Dare to Create Ready to Wear Spring Summer 2021-2022” tema ini dipilih karena busana dengan konsep ready to wear ini memang selalu menjadi trend tersendiri apalagi saat pandemi seperti ini dimana banyak orang yang menyukai gaya simple, tidak ribet namun tetap telihat modis dalam berkegiatan sehari-hari. Dalam rangka TFDC 2021 tahun ini, kami juga mengadakan Instagram Live bersama Ichwan Thoha & Adi Barlan, membahas sebuah tema “How To Define Ready to Wear” disini Ichwan Thoha & Adi Barlan menjabarkan konsep busana ready to wear itu seperti apa dimulai dari poses sketch hingga produk jadi. Yuk kita simak informasinya.


Seperti yang dikemukakan Ichwan Thoha & Adi Barlan, busana ready to wear atau bahasa Perancisnya Pret-a-Porter ini merupakan salah satu jenis fashion yang memiliki look yang ringan dengan daya jual dan daya pakai yang tinggi selain itu, jenis fashion ini juga dapat menampilkan sisi kreatifitas sang designer melalui silhouette dan material yang digunakan, detail, motif ataupun warnanya. Busana ready Seperti to wear ini banyak terinspirasi dari busana jalanan atau biasa disebut streetwear yang dapat dilihat sehari-hari. Busana ready to wear banyak dijumpai di department store hingga toko-toko fashion yang kita ketahui.


Para fashion designer saat ini memiliki peran yang cukup besar dalam mengkreasikan busana ready to wear, sehingga busana yang simple ini dapat terlihat lebih modis dan lebih fashionable, seperti perpaduan warna dan corak yang serasi dan elegan. Menurut Ichwan Thoha & Adi Barlan, para fashion designer Indonesia harus selalu belajar dan berlatih agar idealisme dari para fashion designer dapat sejalan dengan komersialisme. Dalam membuat busana ready to wear, seorang fashion designer harus memperhatikan trend mode yang berkembang dan melakukan banyak riset seperti riset pasar dan lain-lain agar karya yang dibuat dapat di presentasikan dan diterima oleh para pengguna atau brand-brand yang ada saat ini.

Ichwan Thoha & Adi Barlan juga menjawab pertanyaan seputar bahan yang cocok dipakai untuk busana ready to wear, mereka mengemukakan cocok atau tidak suatu bahan dipakai untuk busana ready to wear, tergantung dari item fashion yang akan dibuat seperti blouse atau simple blouse ataupun tergantung dari konsep yang nantinya akan dibuat seperti lounge wear, easy to wear, dan lain-lain bisa di buat dari bahan cotton, linen hingga rayon yang nyaman dan cocok untuk cuaca di Indonesia.


Selain riset yang harus dilakukan, sebagai seorang fashion designer harus memiliki kemampuan menggambar dengan baik, seperti contoh seorang arsitek jika tidak bisa menggambar atau meyalurkan idenya ke dalam sebuah kertas putih, maka mood dan ide dari seorang arsitek tersebut tidak dapat tersalurkan & tergambarkan secara 100 %. Baik buruknya suatu gambar, itu adalah hal yang tidak penting, yang penting ialah ide dari seorang fashion designer tersampaikan dan dimengerti oleh para penggunanya dengan baik. Bayangkan ketika ada sebuah brand yang meminta design dari seorang fashion designer yang tidak bisa menggambar, fashion designer tersebut hanya bercerita saja, modelnya seperti apa, warnanya seperti apa dan motif yang digunakan seperti apa,. Ini akan membuat ide dari seorang fashion designer tersebut tidak akan diterima dan tidak akan tersampaikan dengan baik.

Tips bagi para fashion designer pemula ialah banyak melakuakan riset, belajar melalui pendidikan fashion designer formal, dan juga berlatih, hal-hal ini tentunya akan menambah wawasan pengetahuan dan skill bagi seorang fashion designer. Selain itu juga Ichwan Thoha dan Adi Barlan menilai kompetisi yang diselenggarakan oleh PT. Multi Sandang Tamajaya bersama brand Dust dan brand Geela ini sangat tepat karena di tengah pandemi seperti ini banyak Sobat Tama dan para fashion designer yang sedang lesu karena merasakan dampak dari adanya pandemi, dengan adanya event TFDC 2021 ini, diharapkan dapat membangkitkan semangat dari Sobat Tama dan para fashion designer yang mengikuti event tersebut. Selain itu kompetisi ini dapat menjadi wadah untuk para peserta mengasah skill merancang busana, menjalin relasi, dan menunjukan eksistensi karyanya. Namun Ichwan Thoha dan Adi Barlan menambahkan jangan berorientasi kepada hadiah yang diberikan, jika para peserta berorientasi hanya kepada nominal hadiah, para peserta tidak akan fokus menyelesaikan karyanya, karena dibalik hadiah yang diberikan tersebut, lebih banyak nilai dan kesempatan yang bisa didapatkan oleh para peserta Tama Fashion Design Competition 2021.



T A M A

be a better partner


Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts