Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

Ini Dia Rekomendasi Bahan Masker Kain yang Cocok Buat Kamu Selama Adaptasi Kebiasaan Baru.

October 2, 2020

     Mewabahnya virus corona saat ini membuat banyak orang lebih peduli dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia yang tengah was-was karena angka kasus positif corona yang terus meningkat. Salah satu upaya mencegah penularan virus mematikan tersebut adalah dengan menggunakan masker di tempat umum. Saat ini, menggunakan masker disarankan bagi orang yang berpergian untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Virus ini terdapat pada percikan air liur/droplet orang yang sakit ketika ia bersin, batuk, atau bahkan saat berbicara. Penularan terjadi ketika percikan droplet terhirup orang lain yang ada di sekitarnya.

 

     Masker yang paling banyak dijual di pasaran adalah masker bedah. Namun, ternyata ada lho masker kain yang lebih nyaman digunakan dan lebih ramah lingkungan. Masker bahan ini biasanya terbuat dari kain.  Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, semua orang disarankan untuk memakai masker kain ketika harus berpergian ke luar rumah, misalnya saat harus bekerja atau membeli kebutuhan bulanan. Masker kain tetap dapat menghalau sebagian percikan droplet yang keluar saat berbicara, batuk dan bersin. Jadi, jika digunakan dengan benar, masker ini tetap dapat mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat.

 

     Penasaran seperti apa kain yang bagus untuk dijadikan sebagai masker ? Kita punya nih beberapa rekomendasi buat kalian.

 

Scuba

 

     Seiring berjalannya waktu, muncul masker yang terbuat dari bahan scuba atau kain yang dapat melar seperti kain spandeks. Sampai sekarang, masker scuba sudah banyak diperdagangkan dan dipakai oleh masyarakat. Kain scuba adalah salah satu jenis kain yang memiliki serat yang lembut dan halus. Kain ini dikenal juga dengan istilah nama neoprene. Kain scuba memiliki tingkat ketebalan yang lumayan tebal sekitar 1-3 mm, namun ketebalan kain tersebut juga tergantung dari produksi pabrik. Bahan kain scuba juga memiliki kerenggangan elastisitas yang tinggi, sekitar 40% tingkat perenggangannya. Banyak para desainer menggunakan bahan ini untuk memenuhi kebutuhan fashion. Kain scuba ini dibuat untuk penampilan santai dan non formal karena kain ini akan mengikuti bentuk tubuh pemakainya. Berbeda dengan kain katun yang cenderung lebih kaku.  Pada awalnya memang bahan ini banyak digunakan untuk dunia fashion, tetapi dengan keadaan pandemi seperti ini berbagai designer menggunakannya untuk masker. Kain scuba memiliki karakteristik yang sangat berbeda degan kain katun atau wolfis. Kain ini lebih mirip kain spandex atau lycra, yaitu karakter kain stretch atau melar, empuk dan nyaman dipakai.

 

     Meskipun jenis kain ini dapat dijadikan masker, nyatanya anda perlu membuat menjadi 3 lapis kain untuk benar-benar membuat kain scuba menjadi bahan masker yang efektif menangkal virus covid-19 ini. Tapi Sobat Tama jangan dulu khawatir karena kita punya beberapa rekomendasi bahan kain yang cocok dijadikan masker.

 

Oxford

 

     Kain Oxford bukan hal yang asing lagi bagi dunia pertextilan di Indonesia. Merupakan jenis kain yang terbuat dari katun dengan sedikit campuran tetoron.  Secara umum, kain oxford memiliki ciri permukaan yang halus, cukup nyaman dan enak saat dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Selain itu, pemilihan kain ini juga karena memiliki karakteristik yang tidak panas dan cukup kuat sehingga tidak mudah sobek.  Masker bahan dengan kain oxford juga dapat dicuci dan ramah lingkungan. Asal rajin mencucinya, masker ini dapat dipakai berkali-kali. Kain oxford memiliki beberapa kelebihan yaitu tekstur bahannya cukup halus dan lembut, jenis kain ini sangat cocok digunakan di negara atau wilayah yang beriklim tropis seperti halnya Indonesia.

 

Katun

 

     Katun adalah salah satu bahan yang kerap digunakan dalam penggunaan masker kain. Bahan ini juga cenderung mudah ditemukan di setiap rumah. Kamu bisa mendapatkanya dari baju katun atau sarung bantal. Namun, tidak semua bahan katun ini sama. Keefektifan katun tergantung dari seberapa banyak serat atau padatnya tenunan. Serat-serat kecil inilah yang mampu memblokir partikel virus. Agar lebih mudah, pegang kain katun ke arah lampu. Kalau cahaya melewati serat dengan mudah, berarti kain tersebut tidak memiliki filtrasi yang baik. Intinya, semakin tebal semakin bagus.

 

     Tentunya selain katun, ada bahan kain lain yang lebih efektif. Namun, salah satu keunggulan katun adalah kemudahan bernapas, sedangkan bahan lain cukup sulit untuk bernapas saat digunakan.

 

Nilon

 

     Ada beberapa rekomendasi kain nilon dengan ukuran yang tepat untuk dijadikan masker kain. Salah satunya ialah kain nilon 70D, bisa dijadikan pilihan material untuk membuat masker non-medis. Pasalnya, jenis kain ini dapat menyaring 77% partikel besar dan 12% partikel kecil. Dan yang paling penting, jenis masker kain nilon bisa membuat penggunanya tetap bernapas tanpa merasa sesak lho. Selain nilon 70D ada juga nih kain nilon 40D yang memiliki filtrasi yang lebih tinggi dibanding nilon 70D, tetapi jenis kain tersebut membuat penggunanya kesulitan untuk bernafas sehingga kurang cocok untuk dijadikan masker.

Untuk membuat masker kain nilon ini jadi lebih efektif, Anda bisa menambahkan tisu atau kertas penyaring kopi sebagai lapisan filtrasi yang meningkatkan keefektifan masker mulai 15-50%.

 

    Itu dia beberapa jenis kain atau bahan yang kami bagikan untuk kalian sobat tama tercinta. Jangan khawatir karena PT. Multi Sandang Tamajaya punya berbagai jenis kain yang lengkap banget, dan harganya masih terjangkau kok, eits for your information stock jenis kain yang kita punya ini, punya kualitas premium juga ya.

 

 

Referensi :

https://fitinline.com/article/read/kenali-ciri-khas-kelebihan-dan-kekurangan-kain-oxford-serta-pemanfaatannya-pada-produk-sandang/#:~:text=Pengertian%20Kain%20Oxford,menyerupai%20pixel%20dalam%20resolusi%20gambar.

 

 

T A M A

be a better partner

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us
Search By Tags