PT. MULTI SANDANG TAMAJAYA 

Jl. Bihbul Raya II No. 107 - Kopo

Bandung, 40228 - Indonesia

FOLLOW US

Facebook

Instagram

Jual Kain Bandung  

Jual Kain Muslim

©2017 by PT. Multi Sandang Tamajaya

Please reload

Recent Posts

What is Cotton? Apa itu katun?

July 21, 2017

1/2
Please reload

Featured Posts

Apakah itu Kain PFD / PFP ?

October 22, 2019

 

Sobat Tama, sudah pada tahu apakah itu kain PFD/PFP? PFD dan PFP adalah singkatan dari Prepared For Dyeing (kain siap celup) dan Prepared For Printing (kain siap printing). Lalu apakah perbedaan kain PFD/PFP dengan kain yang biasa kita beli di pasaran?

 

Kain PFD/PFP tentu berbeda dengan kain greige atau kain finish karena masih dalam bentuk kain setengah jadi. PFD/PFP adalah kain hasil proses lanjutan dari kain greige sebelum nantinya diproses celup/printing menjadi kain finish. Jadi, kalau Sobat Tama urutkan tahapan prosesnya adalah seperti ini :

 

Kain Greige – PFD/PFP – Kain Celup/Printing (Finish)

 

Bagaimana cara mengubah kain greige menjadi PFD/PFP? Tentu saja perlu dilakukan beberapa proses pre treatment. Langkah-langkah pre treatment kain greige menjadi PFD/PFP yaitu :

 

1. Singeing (Bakar Bulu)

 

Bertujuan untuk menghilangkan bulu–bulu yang tersembul pada permukaan kain. Bulu–bulu pada kain timbul karena adanya gesekan-gesekan mekanik dan peregangan-peregangan pada waktu proses tenun.

 

2. Desizing (Penghilangan Kanji)

 

Bertujuan untuk menghilangkan kanji yg terdapat pada kain greige. Setelah kandungan kanji hilang, kain dapat menyerap zat warna dengan cepat pada saat proses produksi celup/printing.

 

3. Scouring (Pemasakan)

 

Bertujuan untuk menghilangan komponen penyusun serat berupa minyak, lemak, lilin (wax), debu, dan kotoran-kotoran kain yang menempel pada serat kain.

 

4. Bleaching (Penggelantangan)

 

Bertujuan untuk menghilangkan warna alami yang disebabkan oleh adanya pigmen-pigmen alam sehingga diperoleh kain yang putih. Pigmen-pigmen alam pada bahan tekstil umumnya terdapat pada bahan dari serat-serat alam baik serat ­tumbuhan maupun serat binatang. Sedangkan bahan tekstil dari serat sintetik tidak perlu dibleaching, karena pada proses pembuatan seratnya sudah mengalami pemurnian.

 

5. Merserize (Merserasi)

 

Proses merserisasi merupakan proses khusus yang hanya dilakukan pada serat selulosa dan serat campurannya dengan cara perendaman bahan serat selulosa dan campurannya dalam larutan NaOH dengan konsentrasi 26-30Be sambil diberi peregangan. Tujuan proses merserisasi adalah untuk memperbaiki kilau, stabilitas dimensi, kekuatan tarik, dan daya serap terhadap zat warna dan uap air. 

 

Setelah melewati seluruh rangkaian proses pre treatment di atas maka terciptalah kain PFD/PFP. Supaya lebih terbayang, mari Sobat Tama lihat contoh kain greige berikut ini :

 

 Contoh Kain Greige

 

 

Dan berikut adalah contoh kain greige yang telah diproses menjadi PFD/PFP :

 

  Contoh Kain PFD/PFP

 

Berbeda bukan? Perbedaan paling mencolok terutama bisa kita lihat dari warna kain yang awalnya kekuningan menjadi putih. Kain PFD/PFP harus memenuhi beberapa syarat berikut :

 

-       tidak memiliki kandungan kanji

-       tidak ada kandungan minyak

-       warna alami telah dihilangkan menjadi putih

-       untuk bahan katun sudah tidak mengandung biji kapas

-       harus mudah menyerap cairan/pasta dan dyestuff (pewarna)

 

Apabila Sobat Tama ingin mencari kain untuk diproses celup/print, selalu pastikan ya kain yang dibeli yaitu berupa PFD/PFP. Apabila sudah berupa kain finish, zat warna tidak dapat secara maksimal menyerap pada kain sehingga hasil akhir warna pun menjadi tidak solid.